Home CPNS Gagal Passing Grade Tes Skd, Opsi Perangkingan Paling Adil Dan Efektif

Gagal Passing Grade Tes Skd, Opsi Perangkingan Paling Adil Dan Efektif

2
0
INIRUMAHPINTAR – Tahun ini, banyak penerima Tes Kompetensi Dasar CPNS 2018 yang gagal meraih passing grade atau nilai ambang batas, yakni 75 untuk TWK, 80 untuk TIU, dan 143 untuk TKP. Berdasarkan statistik sementara, yang berhasil lulus di tingkat pusat mencapai 20 persen saja, sementara di tingkat tempat hanya 3 persen. Jika diteruskan, maka akan banyak deretan yang akan kosong. Untuk itu, dikala ini pemerintah sedang menggodok opsi lain supaya bisa mengisi deretan yang masih kosong tanpa merugikan semua pihak, terutama mereka yang telah lulus passing grade.

Sebagai renungan, penerima ujian SKD yang berhasil lulus passing grade tentu telah berjuang dengan susah payah meraih nilai yang dipersyaratkan. Jadi, sekiranya mereka belum niscaya diluluskan sebagai CPNS tentu merupakan hal yang sangat merugikan. Untuk itu, opsi penurunan skor passing grade bukanlah opsi yang adil dan efektif. Lagipula, dengan menerapkan penurunan passing grade artinya menurunkan kualitas CPNS yang akan diterima. Tentu saja, hal ini akan menurunkan standar pelayanan dan dedikasi dari CPNS kita.

BACA JUGA !
Reuni 212 (2 Desember 2017) Momentum Berprasangka Positif

Selanjutnya, ada kabar ihwal opsi perangkingan skor total SKD. Menurut saya, opsi ini lebih adil dan efektif. Pasalnya, banyak penerima yang mempunyai nilai total melebihi nilai total passing grade. Hanya saja, mereka tidak lulus di satu atau dua potongan saja. Selain itu, penerima yang tidak lulus passing grade tetapi mempunyai nilai total SKD yang tinggi mengindikasikan bahwa mereka bukanlah tipikal langsung yang berkualitas rendah, melainkan hanya masalah eksternal yang beragam.

Penyebab Rendahnya Nilai Tes SKD CPNS 2018

Rendahnya nilai penerima tes SKD CPNS tahun ini sebaiknya direfleksi kembali oleh semua pihak, terutama pihak panitia seleksi nasional.

Berdasarkan pantuan di sejumlah tempat, pelaksanaan tes tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang lebih disiplin dan rapi. Tidak sedikit pelaksanaan tes di beberapa tempat yang molor sampai berjam-jam. Belum lagi masalah mati lampu dan tidak memadainya ruang tunggu ketika hujan. Termasuk, penjadwalan sesi ujian untuk satu hari yang begitu padat. Tentu saja, faktor-faktor tersebut turut andil menurunkan daya konsentrasi peserta, apalagi mereka yang tiba dari tempat jauh.

BACA JUGA !
Vivo V9, Smartphone Spesifikasi Premium, Harga 3,9 Juta

Yang paling miris adalah, ruang tes yang ternyata dempet-dempetan. Dalam satu ruangan, penerima tes bisa mencapai ratusan peserta. Bahkan ruang untuk menciptakan catatan dan menggerakkan mouse mesti bersenggolan dengan penerima lain. Kertas dan pensil dari panitia yang diberikan ke penerima pun ternyata bukanlah pasangan yang pas. Warna kertasnya buram, dan kurang cocok dipakai sebagai media utak-atik pensil. Banyak penerima yang mengeluhkan ini.

Selanjutnya, banyak penerima yang juga menilai bahwa tingkat kesulitan soal untuk soal SKD tahun ini tidaklah berimbang dengan waktu yang disediakan. Ada 100 nomor, yang rata-rata cukup panjang, baik soal dan jawaban, yang mesti diselesaikan dalam waktu 90 menit. Artinya, setiap penerima hanya mempunyai waktu 54 detik untuk menuntaskan satu soal. Terkhusus untuk soal TIU, yang membutuhkan perhitungan, sudahkah soal-soal tersebut melewati uji kelayakan? apakah sudah dilakukan simulasi perhitungan untuk setiap soal dalam waktu 54 detik saja? Untuk menjawab hal ini, sebaiknya pemerintah mempublikasikan simulasi ini nantinya, supaya para penerima yang gagal meraih passing grade sanggup termotivasi mencar ilmu lebih ulet dan meningkatkan kemampuan mereka sebagai persiapan mengikuti tes-tes serupa tahun depan.

BACA JUGA !
Pendaftaran Online Cpns Dibuka Siapkan Diri Anda

Opsi Perangkingan Paling Adil dan Efektif

Kembali ke pembahasan utama, ihwal opsi yang sebaiknya dipilih pemerintah sebagai opsi terbaik menyikapi banyaknya penerima tes SKD CPNS 2018 yang gagal meraih passing grade.

Menurut saya, opsi perangkingan nilai total yakni opsi paling fair dan efektif. Selain tidak membutuhkan waktu dan dana suplemen untuk tes ulang, opsi perangkingan juga tidak merugikan penerima lain yang telah lulus passing grade. Dan di waktu bersamaan, opsi ini tidak menurunkan daya kualitas penerima yang akan diterima sebagai CPNS.

Hanya saja, mengenai teknis pelaksanaan, tentu pemerintah mempunyai ranah itu. Seluruh penerima tes CPNS 2018 hanya berharap supaya keputusan yang diambil pemerintah yakni keputusan yang paling bijak dan tidak merugikan siapapun.