Home IPA Pengertian Ikatan Kimia, Jenis, Pola Ikatan Kimia

Pengertian Ikatan Kimia, Jenis, Pola Ikatan Kimia

7
0
INIRUMAHPINTAR – Jelaskan pengertian ikatan kimia, sebutkan jenis dan contohnya! Nah, pembahasan kali ini, kita akan mengulas tuntas apa bahu-membahu ikatan kimia itu, ada berapa jenis dan ibarat apa contohnya. Tidak usah berlama-lama, pribadi saja kita bedah secara jelas…

Pengertian Ikatan Kimia

Ikatan kimia ialah ikatan antaratom atau antarmolekul dimana ikatan ini bertanggungjawab terhadap kestabilan atom atau molekul serta sifat-sifat fisiknya. Ikatan kimia terjadi alasannya ialah atom atau molekul dalam keadaan tunggal dan tidak stabil. Sesuai hukum Oktet, bahwa unsur akan stabil jika
mempunyai konfigurasi gas mulia, yaitu mempunyai elektron valensi 8.

Molekul = Gabungan dan unsur-unsur sejenis
Senyawa = Gabungan dan unsur-unsur berlainan

Contoh:
Na: elektron valensi = 1
C1: elektron valensi = 7
C: elektron valensi = 4
H: elektron valensi = 1

pengertian ikatan kimia, jenis ikatan kimia, referensi ikatan kimia

Jenis-Jenis Ikatan Kimia beserta Contohnya

Secara umum, ikatan kimia terbagi menjadi 2, yaitu ikatan antar atom dan ikatan antar molekul. Ikatan antar atom terbagi 3 lagi yakni ikatan ion, ikatan kovalen, dan ikatan logam. Selanjutnya ikatan antar molekul terbagi 2, yakni ikatan hidrogen dan ikatan Van der Waals. Berikut penjelasannya.

Ikatan Antar Atom


Terdapat 3 jenis ikatan kimia antar atom, yaitu:

A. Ikatan Ion

Ikatan Ion ialah ikatan antara ion aktual (kation) dan ion negatif (anion). Ion aktual (kation) ialah berasal dari atom yang melepaskan elektron. Ion negatif (anion) ialah berasal dari atom yang menangkap elektron

BACA JUGA !
Pengertian, Teori, Sifat Asam Dan Basa

Contoh:
1. Na : konfigurasi elektron : 2 8 1

Elektron valensi = 1, semoga menjadi 8, ada 2 opsi, yaitu:
1. menangkap 7 elektron
2. melepaskan 1 elektron – lebih mudah

2. Cl: konfigurasi elektron : 2 8 7
Elektron valensi = 7, semoga menjadi 8, ada 2 opsi, yaitu:
1. menangkap 1 elektron – lebih mudah
2. melepaskan 7 elektron
Jadi, Na melepas 1 elektron membentuk kation, dan CI menangkap 1 elektron tersebut sehingga membentuk anion.

Reaksinya:

Na-> Na+ + e
Cl + e- -> Cl

Ikatan ion yang terjadi yaitu antara Na dan Cl.

Kesimpulan:

Ikatan ion terbentuk antara unsur-unsur yang mempunyai selisih keelektronegatifan besar. Biasanya antara unsur golongan IA atau IIA dengan unsur golongan VIA atau VIIA.

B. Ikatan Kovalen

Ikatan kovalen ialah ikatan antaratom dengan memakai secara bersama pasangan elektron, tanpa harus melepaskan atau menangkap elektron. Ikatan kovalen terbentuk antara unsur-unsur yang mempunyai selisih keelektronegatifan kecil.

Contoh:

1. Ikatan dalam senyawa CH4. Untuk memenuhi hukum oktet, atom C harus mendapatkan 4 elektron atau melepas 4 elektron. Namun keduanya sama-sama sulit alasannya ialah memerlukan energi yang terlalu besar. Untuk itu atom C akan berikatan dengan cara lain selain ikatan ion, yaitu dengan ikatan kovalen.

BACA JUGA !
Unduh Media Pembelajaran Ipa Sd Kelas 3, 5, 6 Dengan Power Point (Ppt)

2. Ikatan dalam unsur Cl2. Atom Cl cenderung elektronegatif sehingga gampang menangkap elektron. Namun, atom Cl sanggup berikatan dengan sesamanya. Padahal untuk membentuk ikatan ion salah satu atom harus melepas elektron, dan yang lain menangkapnya. Berarti ikatan dalam Cl2 bukan ikatan ion melainkan kovalen.

1. Penulisan ikatan kovalen dengan rumus Lewis

contoh:

+ Pembentukan Cl2

Atom Cl mempunyai elektron valensi = 7

Struktur Lewis Cl —> :Cl:
Masing-masing Cl kurang 1 elektron, maka 1 elektron dari masing-masing Cl dipakal secara bersama-sama, sehingga memenuhi hukum oktet.

:Cl:Cl: secara sederhana sanggup dituliskan sebagai Cl — Cl

+ Pembentukan CH4
Atom C mempunyai elektron valensi = 4
Atom H mempunyai elektron valensi = 1
Struktur Lewis C dan H —> :C: H

Atom C kekurangan 4 elektron, dan atom H kekurangan 1 elektron. Untuk memenuhi hukum oktet, 1 atom C mengikat 4 atom H

+ Pembentukan ikatan kovalen rangkap 2 dan 3

Rangkap 2:

o mempunyai elektron valensi = 6, berarti masing-masing atom 0 kekurangan dua elektron. Supaya keduanya memenuhi hukum oktet, maka masing-masing menyumbangkan dua elektron untuk digunakan bersama-sama. Ikatan kovalen yang dihasilkan ialah ikatan kovalen rangkap 2.

BACA JUGA !
Jelaskan Proses Pembentukan Urine Di Ginjal

:0::O: —> O=O

Rangkap 3:

N mempunyai elektron valensi =5, berarti masing-masing atom N kekurangan tiga elektron. Supaya keduanya memenuhi hukum oktet maka masing-masing menyumbangkan tiga elektron untuk digunakan bersama-sama. Ikatan kovalen yang dihasilkan ialah ikatan kovalen rangkap 3.

C. Ikatan Logam

Ikatan logam terdapat dalam padatan logam. Logam bersifat elektropositif sehingga melepaskan elektron. Dalam padatan logam, setiap atom logam akan melepaskan elektron sehingga terbentuk ion-ion aktual dan elektron. Ion-ion aktual tersebut akan tertata dengan teratur, dan elektron berada di
sekeliling ion aktual membentuk semacam lautan elektron. Lautan elektron ini seperti menjadi perekat antara ion logam sehingga antara ion logam sanggup saling berikatan. Elektron ini sanggup bergerak bebas sehingga sanggup menghantarkan arus listrik.

Ikatan Antar-molekul

Ikatan antarmolekul dibagi menjadi dua, yaitu:

A. Ikatan Hidrogen

Ikatan ini merupakan interaksi antarmolekul dengan atom H sebagai ‘jembatan’ yang menghubungkan dua atom elektronegatif.

Contoh : Interaksi antarsesama molekul air

Atom H ‘diapit’ oleh 2 atom 0. Titik didih merupakan temperatur pada dikala terjadi kesetimbangan reaksi perubahan dari cair menjadi gas. Semakin tinggi titik didih artinya semakin sulit bermetamorfosis fase gas. Untuk sanggup bermetamorfosis gas maka jarak antarmolekul harus makin besar, caranya yaitu dengan memutuskan interaksi antarmolekul.

BACA JUGA !
Materi Besaran Dan Satuan Dalam Ipa (Smp – Sma) Lengkap

Semakin berpengaruh interaksi antara molekul, maka makin sulit putus, dan ini artinya makin sulit pula molekul-molekul cairan bermetamorfosis gas. Antarmolekul H2S dan CH4 tidak sanggup membentuk ikatan hidrogen alasannya ialah molekul tersebut tidak mengandung atom elektronegatif. Antarmolekul H20 dan NH3 sanggup membentuk ikatan hidrogen alasannya ialah H diapit oleh 0 dan N, keduanya merupakan atom yang sangat elektronegatif.

Antar molekul CH4 dan H20 tidak sanggup membentuk ikatan hidrogen, alasannya ialah CH4 tidak mempunyai atom elektronegatif untuk berikatan dengan atom ‘jembatan’ H.

Kesimpulan:
Ikatan hidrogen hanya terjadi bila sanggup membentuk sistem X….H —- Y
X dan Y ialah atom yang sangat elektronegatif ibarat F, O, dan N.
X berasal dan satu molekul dan H – Y dan molekul yang lain.

2. Gaya Van Der Waals

Karena keelektronegatifan antara H dan Cl beda jauh maka distribusi elektron di antara kedua atom tidak merata. Cl lebih elektronegatif jadi elektron lebih tertarik ke arah Cl oleh. Karena itu, densitas elektron di sekitar Cl lebih besar sehingga terbentuk kutub negatif. Hal ini mengakibatkan kekurangan elektron di sekitar atom H sehingga terbentuk kutub positif. lnteraksi antara kutub negatif dalam suatu molekul HCI dengan kutub aktual pada molekul HCI yang lain inilah yang dinamakan dengan gaya dipol-dipol.

BACA JUGA !
Kelebihan Dan Kekurangan Teori Model Atom Niels Bohr

Meskipun unsur atau senyawa netral tidak mempunyai kutub-kutub muatan ibarat pada senyawa polar, namun alasannya ialah elektron selalu bergerak, pada suatu dikala tertentu akan terjadi semacam kutub-kutub muatan yang lemah. Kutub muatan atau dipol tersebut akan menginduksi molekul lain sehingga
akan terbentuk dipol terinduksi. lnteraksi antardipol terinduksi inilah yang dinamakan dengan gaya dispersi London.

Urutan kekuatan ikatan mulai dan yang lemah:

Gaya dispersi < gaya dipol-dipol < ikatan hidrogen < ikatan logam & kovalen < ikatan ionik

Nah, demikianlah klarifikasi lengkap tentang Pengertian Ikatan Kimia, Jenis, Contoh Ikatan Kimia. Semoga bermanfaat!