Home puisi Puisi Romantis Perpisahan Terindah – Bunga Tepian

Puisi Romantis Perpisahan Terindah – Bunga Tepian

6
0
INIRUMAHPINTAR – Sudah usang saya tidak menulis puisi. Kali ini, saya kembali menyuarakan bunyi hati melalui bait-bait estetika dalam sebuah Puisi Romantis Perpisahan Terindah berjudul Bunga Tepian. Tentu saja, puisi ini kembali menghidupkan rubrik sastra INIRUMAHPINTAR. Semoga makna terkandung di dalam puisi Bunga Tepian ini dapat menjadi wangsit para pencinta supaya menjaga cinta dan memantaskan cinta sebagaimana mestinya.

Lansung saja, inilah bait-bait puisi tersebut:

Bunga Tepian

Karya : AY Ryuki

Aku menemukanmu kekeringan
Di awal bulan Desember menjelang ekspresi dominan hujan
Kulihat akarmu tertatih mencari rintik kehidupan
Kusentuh hatimu terkoyak diterpa tornado kehampaan
(INIRUMAHPINTAR.COM)
Disaksikan semerbak purnama
Kuangkat dirimu ke tepian telaga
Kupastikan reda air mata
Sebelum kulanjut kehendak pencipta
(INIRUMAHPINTAR.COM)
Sesekali saya menjenguk senyummu
Di balik ketidaksempurnaan hijrahku
Memayungi pucukmu dari terik sembilu
Sembari menguatkan lemahmu tumbuh melaju
(INIRUMAHPINTAR.COM)

Hingga suatu ketika
Engkau tumbuh semakin sempurna
Rindang kemilau kian berjaya
Meski sanggupku hanya doa menjaga
(INIRUMAHPINTAR.COM)
Bahkan sekarang engkau telah naik tahta
Bersinar peneduh kolam mutiara
Mewarnai tangan-tangan semesta
Menjadi bunga tepian bermahkota
(INIRUMAHPINTAR.COM)
Hanya saja, agaknya saya terlupa
Diamku berbalas tanpa suara
Menitipkan garis tangan pertanda
Kuhanya sebatas tuan pengantar bunga
(INIRUMAHPINTAR.COM)
Memandang bunga tepian pergi
Ke samudera luas kehendak Ilahi
Bersama perahu mengarungi
Tersapu ombak tanpa sesali
(INIRUMAHPINTAR.COM)
Kini semua usai terjadi
Sudah semestinya kita syukuri
Tak perlu dendam di hati
Karena kehendak Tuhan paling berarti

BACA JUGA !
Makna Persahabatan Dibalik Lagu Sind3ntosca - Kepompong

Watansoppeng, 11 Januari 2019
INIRUMAHPINTAR – Tentang puisi ini, saya berharap semua baik-baik saja. Andai perpisahan itu benar-benar terjadi, semoga Tuhan menghapus noda kenangan. Walau, kuharap perpisahan itu tak pernah ada alasannya yakni saya tak mampu melewatinya. Lemahku tak berujung. Rongga napasku telah tertutup oleh napasnya. Jikapun terpaksa biarkan perpisahan itu bersama, sejalan sampai mau memisahkan.